Tuesday, July 7, 2015

Kawat Gigi Grobogan....Dokter Gigi Grobogan dan Tukang Gigi Grobogan....

Saatnya beralih dari Tukang gigi ke Dokter GIGI. Tukan Gigi, dalam sejarahnya telah ada sejak sebelum Negara ini meraih kemerdekaannya, pada masa penjajahan Belanda, Tukang gigi (tandmeester) kala itu lebih populer dengan sebutan dukun gigi, sudah ada bahkan telah “merajai” pasar di Hindia-Belanda kala itu. Prakter dokter gigi juga sudah ada sebenarnya, tetapi volumenya sangat kecil, bahkan hanya melayani orang-orang Eropa yang tinggal di Surabaya kala itu. Berangkat dari keadaan demikian, Penguasa Hindia-Belanda kemudian mendirikan lembaga pendidikan kedokteran gigi bernama STOVIT (School Tot Opleiding Van Indische Tandartsen) di Surabaya sekitar Tahun 1928. Tahun 1933, STOVIT berhasil meluluskan dokter gigi pertama, terakhir kali sebelum pendudukan Jepang, STOVIT telah menghasilkan kurang lebih 80 dokter gigi. Di era pendudukan Jepang, tepatnya pada tanggal 5 Mei 1943, didirikan sekolah dokter gigi Ika Daigaku Sika Senmenbu, juga di Surabaya. Sekolah ini dibawah kepemimpinan Dr. Takeda, kemudian digantikan oleh Prof. Dr. Imagawa. Diantara staff pengajar di sekolah ini, terdapat beberapa staff pengajar berkebangsaan Indonesia, yakni Dr. R. Mosetopo salah satunya. Dr. R. Moestopo inilah ditahun 1952, yang memelopori berdirinya lembaga kursus kesehatan gigi di Jakarta. Tujuan didirikannya lembaga kursus ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tukang gigi diseluruh Indonesia yang jumlahnya saat itu sudah mencapai kurang lebih 2000 orang. Orang-orang inilah yang menjadi senior-senior tukang gigi hari ini hasil dari didikan beliau, yang kemudian beranak-pinak secara turun temurun sampai saat ini menjadi tukang gigi di Negeri ini. Masyarakat pedesaan seperti Grobogan masih sangat akrab dengan praktek tukang gigi. Kalau di Kota Kabupaten seperti Purwodadi sih sudah mulai jarang mereka menggunakan tukang gigi. Tukang gigi menurut toko kebutuhan dental memang aman cepat melipat. Kalau dokter gigi perlu pendidikan 4 tahun dan ko-as mungkin 1 - 2 tahun tukang gigi hanya perlu seminggu untuk belajar :) Jadi membuka kursus tukang gigi juga lumayan tuh.... Beruntung BPJS kesehatan walau belum jelas benar tapi memberikan layanan primer untuk

No comments:

Post a Comment